Harga Emas Dunia Sentuh US$5.000 di Tengah Ketegangan AS-Iran, Investor Fokus Data Inflasi

BeritaBandungRaya.com – Harga emas dunia kembali menguat meski pergerakannya cenderung stabil di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu faktor utama yang menopang harga logam mulia tersebut.

Pada perdagangan Kamis, 19 Februari 2026, harga emas dunia ditutup di level US$4.998,96 per troy ons atau menguat 0,40 persen. Penguatan ini memperpanjang tren kenaikan selama dua hari berturut-turut dan membawa emas semakin dekat ke level psikologis US$5.000.

Sementara itu, pada perdagangan Jumat, 20 Februari 2026 hingga pukul 06.42 WIB, harga emas di pasar spot tercatat naik tipis 0,02 persen ke posisi US$4.994,97 per troy ons.

BACA JUGA: Harga Emas Antam Naik Lagi per 19 Februari 2026, Jual di Rp2,916 Juta per Gram

Ketegangan Geopolitik Dorong Permintaan Safe Haven

Kenaikan harga emas terjadi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik. Presiden Donald Trump memperingatkan Iran agar segera mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya dalam waktu 10 hari, atau menghadapi konsekuensi serius.

Situasi ini memicu kekhawatiran pasar. Dalam kondisi ketidakpastian global, emas kerap menjadi aset lindung nilai (safe haven) yang diburu investor untuk menjaga stabilitas portofolio.

Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga mencermati data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan pasar tenaga kerja masih solid. Klaim pengangguran mingguan AS tercatat turun menjadi 206.000 hingga pekan 14 Februari, lebih rendah dari ekspektasi 225.000.