Harga Emas Dunia Tembus USD 4.900 per Ons, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

BeritaBandungRaya.com – Harga emas dunia kembali mencetak rekor bersejarah. Untuk pertama kalinya, harga emas menembus level USD 4.900 per ons pada perdagangan Kamis malam waktu Amerika Serikat atau Jumat pagi waktu Jakarta.

Kenaikan ini terjadi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global, melemahnya dolar Amerika Serikat (AS), serta ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).

Tak hanya emas, harga perak dan platinum juga ikut melonjak dan mencatatkan rekor tertinggi baru di pasar global.

BACA JUGA: Harga Emas Antam Terbaru Bertahan di Rp2,7 Jutaan, Buyback Masih Kuat

Harga Emas Spot dan Berjangka Melonjak Tajam

Mengutip CNBC, Jumat (23/1/2026), harga emas spot melesat ke rekor tertinggi sepanjang masa di USD 4.917,65 per ons.

Sementara itu, emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup menguat 1,6% ke posisi USD 4.913,40 per ons.

Selain itu, pelemahan dolar AS turut memperkuat reli emas. Indeks dolar turun sekitar 0,4%, sehingga harga emas menjadi lebih menarik bagi investor global.

“Ketegangan geopolitik, pelemahan dolar, serta ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed mendorong permintaan emas secara berkelanjutan,” ujar Peter Grant, Wakil Presiden dan Ahli Strategi Logam Senior Zaner Metals.

Ketegangan Geopolitik Picu Lonjakan Permintaan Safe Haven

Dari sisi geopolitik, pasar mencermati pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait klaim akses permanen AS ke Greenland melalui kesepakatan dengan NATO.

Namun, pernyataan tersebut langsung memicu respons keras dari Denmark. Pemerintah Denmark menegaskan bahwa kedaulatan Greenland tidak dapat dinegosiasikan.

Di sisi lain, meningkatnya rivalitas global di kawasan Arktik antara AS, Rusia, dan China mendorong investor beralih ke aset aman seperti emas.

Akibatnya, permintaan emas sebagai safe-haven asset terus meningkat dalam beberapa hari terakhir.