BeritaBandungRaya.com – Harga emas dunia kembali melonjak dan mencatat level tertinggi dalam satu bulan terakhir di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Merujuk data Refinitiv, harga emas ditutup di US$ 5.326,82 per troy ons atau menguat 0,94% pada perdagangan Senin (2/3/2026). Kenaikan ini memperpanjang reli emas dengan penguatan 2,8% dalam dua hari terakhir.
Harga penutupan tersebut menjadi yang tertinggi sejak 29 Januari 2026. Pada perdagangan Selasa (3/3/2026) pukul 06.35 WIB, harga emas kembali naik 0,17% ke posisi US$ 5.335,92 per troy ons.
BACA JUGA: Harga Emas Perhiasan Hari Ini 2 Maret 2026 Stabil, Cek Rincian di Raja Emas, Hartadinata & Laku Emas
Konflik Timur Tengah Dorong Emas Jadi Safe Haven
Eskalasi konflik di Timur Tengah memicu gejolak pasar global. Serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, yang dibalas dengan serangan ke Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk, meningkatkan ketidakpastian global.
Dalam kondisi seperti ini, emas kembali diminati sebagai aset lindung nilai (safe haven). Logam mulia tersebut dikenal sebagai instrumen diversifikasi dan penyimpan nilai saat terjadi ketidakstabilan ekonomi maupun geopolitik.
Perencana keuangan bersertifikat Barry Glassman, pendiri Glassman Wealth Services di Vienna, Virginia, mengatakan emas memang menjadi salah satu opsi menghadapi guncangan geopolitik. Namun, ia juga menilai ada alternatif lain seperti saham energi global dan saham pertahanan.
Analis Prediksi Harga Emas Bisa Tembus US$ 6.300
Harga emas sempat menembus US$ 5.400 per troy ounce pada perdagangan Senin. Meski masih di bawah rekor tertinggi US$ 5.594 pada 29 Januari 2026, para analis melihat potensi kenaikan lanjutan.
Analis J.P. Morgan dalam riset terbarunya menyebut lonjakan akibat konflik biasanya bersifat sementara. Namun, risiko geopolitik yang tetap tinggi dapat menjadi faktor pendorong harga emas mencapai US$ 6.300 pada akhir 2026.
Patrick Huey, pemilik Victory Independent Planning di Naples, Florida, menilai selama ketidakpastian global berlangsung, emas berpotensi terus berkinerja positif.







