Harga RAM Laptop Melonjak, Waspadai Modus Penipuan Komponen Teknologi

BeritaBandungRaya.com – Kenaikan harga komponen laptop, khususnya random access memory (RAM), menjadi sorotan serius di pasar teknologi global. Lonjakan harga yang signifikan tidak hanya meningkatkan biaya perakitan perangkat, tetapi juga memunculkan risiko baru berupa maraknya penipuan RAM laptop, terutama dalam transaksi daring.

Sejumlah kasus penipuan RAM belakangan ramai diperbincangkan di berbagai forum teknologi internasional. Modus yang digunakan pelaku semakin beragam, mulai dari pengemasan ulang RAM generasi lama agar tampak seperti produk terbaru, hingga penggantian modul RAM rusak dengan produk palsu yang tidak memiliki fungsi memori sama sekali.

BACA JUGA: Laptop Terbaik 2026: Apple MacBook Air Jadi Pilihan Utama

Modus Penipuan RAM Laptop di Tengah Harga yang Melonjak

Salah satu kasus yang mencuat berasal dari laporan pengguna forum Reddit yang membeli kit RAM Corsair berkapasitas 96 GB. Produk tersebut dijual dengan harga sangat tinggi, mencapai US$ 999 atau sekitar Rp 16,7 juta, seiring lonjakan harga RAM DDR5 di pasar global.

Masalah muncul saat salah satu modul RAM mengalami gangguan dan dikirim untuk proses penggantian. Alih-alih menerima RAM pengganti sesuai spesifikasi, konsumen justru mendapatkan modul dummy berupa lighting enhancement kit.

Produk tersebut memang dapat dipasang di slot motherboard dan menampilkan efek pencahayaan RGB, namun tidak dilengkapi cip memori, sehingga sama sekali tidak berfungsi sebagai RAM.

Perbedaan nilai produk sangat mencolok. Jika RAM DDR5 asli bernilai mendekati US$ 1.000, modul dummy tersebut hanya bernilai sekitar US$ 35 atau Rp 586 ribu.

Pihak produsen disebut telah menghubungi konsumen dan tengah melakukan investigasi internal untuk menelusuri penyebab terjadinya insiden tersebut.