Harga RAM Laptop Melonjak, Waspadai Modus Penipuan Komponen Teknologi

RAM Salah Spesifikasi Jadi Celah Penipuan

Kasus lain juga dialami konsumen yang memesan RAM DDR5, namun justru menerima RAM DDR4 generasi lama. Meski modul tersebut masih bisa digunakan, perbedaan spesifikasi sering kali tidak disadari pembeli awam karena secara fisik tampak serupa.

Kondisi ini menunjukkan bahwa minimnya pemahaman teknis konsumen kerap dimanfaatkan sebagai celah penipuan, terutama di tengah harga komponen yang sedang tinggi.

Penyebab Harga RAM Global Terus Naik

Lonjakan harga RAM tidak terjadi tanpa sebab. Salah satu faktor utama adalah meningkatnya permintaan memori untuk kecerdasan buatan (AI) dan pusat data.

Perusahaan teknologi dan penyedia layanan komputasi awan membutuhkan RAM dalam jumlah besar untuk mendukung pengembangan sistem berbasis AI. Di sisi lain, produsen memori dunia kini lebih memprioritaskan produksi RAM server dan high bandwidth memory (HBM) yang menawarkan margin keuntungan lebih besar.

Akibatnya, pasokan RAM untuk segmen konsumen menjadi terbatas dan mendorong harga di pasar ritel melonjak.

Situasi ini diperparah oleh praktik pembelian besar-besaran secara mendadak oleh distributor dan peritel, yang membuat stok cepat menipis dan memicu lonjakan harga dalam waktu singkat.

Dampak di Indonesia dan Perilaku Konsumen

Di Indonesia, pergerakan harga RAM sepenuhnya mengikuti tren global karena belum adanya industri produksi memori dalam negeri. Meski ketersediaan barang secara umum masih terjaga, beberapa jenis RAM mulai sulit ditemukan dan dijual dengan harga jauh lebih mahal.

Dampaknya terasa pada penurunan penjualan PC dan laptop, seiring banyak konsumen menunda pembelian akibat harga komponen yang tidak lagi terjangkau.

Sebagian konsumen mulai beralih ke pasar barang bekas sebagai alternatif. Namun, transaksi RAM second hand tetap menyimpan risiko tinggi jika dilakukan tanpa verifikasi yang memadai.