BeritaBandungRaya.com — Penerapan Work From Anywhere (WFA) ASN Jawa Barat pada hari pertama kerja usai libur Lebaran 2026 berjalan efektif. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jabar memastikan layanan publik tetap optimal, meski sebagian pegawai bekerja dengan pola fleksibel.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Barat, Dedi Supandi, menegaskan bahwa unit pelayanan langsung kepada masyarakat tetap menjalankan pola kerja normal seperti biasa.
Menurutnya, sektor vital seperti Samsat, puskesmas, hingga rumah sakit tidak terdampak kebijakan WFA. Pegawai di sektor tersebut tetap hadir di tempat kerja guna menjaga kualitas layanan.
“Layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap berjalan normal dan pegawainya tetap masuk sesuai aturan,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Ia menjelaskan, penerapan WFA hanya berlaku bagi unit kerja administratif yang memungkinkan pekerjaan dilakukan secara fleksibel tanpa mengurangi kinerja.
BKD Jabar juga melakukan pemantauan ketat terhadap kehadiran ASN melalui sistem presensi digital. Sejak pagi hari, monitoring dilakukan untuk memastikan seluruh pegawai tetap menjalankan tugasnya meski tidak bekerja dari kantor.
“Pimpinan perangkat daerah ikut memastikan pegawai tetap bekerja dan memberikan pelayanan selama WFA berlangsung,” kata Dedi.
Berdasarkan data sementara hingga pukul 07.30 WIB, dari total 48.363 ASN, tercatat 519 orang atau sekitar 1,07 persen sedang menjalani cuti. Sementara itu, 1.678 pegawai belum melakukan absensi pada pagi hari.












