Karena itu, ia meminta masyarakat tidak salah memahami informasi yang beredar mengenai stok BBM nasional.
Menurutnya, persoalan ini murni terkait infrastruktur penyimpanan energi, bukan karena pasokan BBM di Indonesia terbatas.
Pemerintah Siapkan Storage Baru
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis guna memperkuat ketahanan energi nasional. Bahlil mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar pemerintah segera menambah kapasitas penyimpanan BBM.
Pembangunan fasilitas storage baru ini ditargetkan mampu meningkatkan cadangan energi nasional hingga mencapai 90 hari atau sekitar tiga bulan.
“Presiden Prabowo memerintahkan kepada kami untuk membangun storage supaya ketahanan energi kita lebih kuat. Insyaallah rencananya sampai tiga bulan, ini sesuai dengan standar minimum konsensus global,” ujarnya.
Baca Juga: 13 Rekomendasi Film Bioskop untuk Libur Lebaran 2026, dari Horor hingga Animasi Keluarga
Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Bahlil menambahkan, peningkatan kapasitas cadangan BBM menjadi langkah penting untuk memperkuat sistem ketahanan energi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global, termasuk potensi gangguan pasokan energi akibat konflik internasional.
Dengan tambahan fasilitas penyimpanan tersebut, pemerintah berharap Indonesia dapat memiliki cadangan energi yang lebih aman serta mampu menghadapi fluktuasi pasokan dan harga energi dunia.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi nasional dan memastikan distribusi BBM tetap stabil di seluruh wilayah Indonesia.***







