BeritaBandungRaya.com – Pemerintah melalui Kementerian Sosial terus memperkuat perlindungan sosial dengan menyalurkan bansos PKH, bantuan sembako, serta bantuan pascabencana selama Ramadan 2026. Total anggaran yang digelontorkan mencapai lebih dari Rp17 triliun.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan, penyaluran PKH triwulan pertama telah menjangkau 8,9 juta KPM dengan realisasi anggaran lebih dari Rp6 triliun atau 89,4 persen. Program ini menjadi tulang punggung perlindungan sosial bagi keluarga miskin dan rentan.
Selain itu, bantuan sembako telah disalurkan kepada lebih dari 15 juta KPM dengan total nilai lebih dari Rp9 triliun. Bantuan ini diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan masyarakat selama Ramadan dan menjelang Idulfitri.
Kemensos juga mengalokasikan lebih dari Rp2 triliun untuk bantuan sosial adaptif bagi masyarakat terdampak bencana. Bantuan tersebut meliputi logistik dapur umum, jaminan hidup, santunan kematian, bantuan isi hunian sementara, serta program pemulihan ekonomi.
Untuk kondisi darurat, pemerintah telah menyalurkan hampir Rp100 miliar anggaran kedaruratan yang digunakan untuk penanganan cepat di lokasi bencana.
Proses penyaluran bansos dilakukan secara bertahap melalui bank anggota Himbara dan Bank Syariah Indonesia. Pemerintah juga terus melakukan pemutakhiran data penerima manfaat. Bagi penerima baru yang belum memiliki rekening, dilakukan pembukaan rekening kolektif yang membutuhkan waktu satu hingga dua bulan.









