BeritaBandungRaya.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Selasa (9/12/2025) dengan penguatan solid. Pada sesi pembukaan pagi ini, IHSG naik 32,52 poin atau 0,37% ke level 8.743,21, mempertahankan momentum bullish yang sudah terlihat sejak awal pekan.
Indeks LQ45 juga bergerak positif, melonjak 0.59% menjadi 860,11, menunjukkan saham-saham berkapitalisasi besar masih menjadi incaran investor.
BACA JUGA: IHSG Diprediksi Menguat pada 9 Desember 2025, Sentimen Asing Jadi Penopang
Wall Street Melemah, Tapi IHSG Tetap Tangguh
Pasar saham Amerika Serikat ditutup terkoreksi pada perdagangan Senin malam.
- Dow Jones melemah 0,54%
- S&P 500 turun 0,51%
- Nasdaq terkoreksi 0,34%
Koreksi di bursa global ini memicu kehati-hatian investor internasional menjelang keputusan suku bunga The Fed. Meski begitu, IHSG menunjukkan ketahanan yang kuat berkat stabilitas ekonomi domestik dan derasnya aliran dana asing.
IHSG Catat Rekor Lagi, Didukung Net Buy Asing
Pada penutupan sebelumnya, IHSG mencetak all-time high (ATH) setelah menguat 0,90% dan menembus level 8.710. Lonjakan ini turut ditopang oleh net foreign buy sebesar Rp438 miliar, menegaskan meningkatnya kepercayaan investor asing terhadap pasar Indonesia.
Analis menilai kombinasi sentimen global—terutama ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed—dan fundamental ekonomi dalam negeri yang solid menjadi motor penggerak utama rally IHSG.
Peluang Penguatan Masih Terbuka
Secara teknikal, analis melihat peluang IHSG untuk melanjutkan tren naik menuju resistance di sekitar 8.734.
Pasar juga akan menantikan rilis consumer confidence index Indonesia yang diperkirakan menjadi katalis tambahan bagi pergerakan indeks.
Analis BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa indikator keyakinan konsumen dapat mempertegas arah pergerakan IHSG pada pekan ini.











