Analisis Teknikal: IHSG Masih Rawan Koreksi
Dari sisi teknikal, MNC Sekuritas menilai tekanan jual masih mendominasi pergerakan IHSG, meski intensitasnya mulai berkurang. Dalam analisisnya, IHSG diperkirakan berada pada fase wave [iv] dari wave 5, yang membuka peluang koreksi lanjutan untuk menguji area 8.464–8.560, sekaligus menutup celah gap tipis yang masih tersisa.
Namun, MNC Sekuritas juga mengingatkan adanya skenario terburuk. Jika IHSG telah menyelesaikan wave (1), koreksi berpotensi berkembang lebih dalam menuju area psikologis 8.000-an. Meski begitu, skenario ekstrem ini dinilai belum menjadi probabilitas utama.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diproyeksikan bergerak dengan support di 8.553 dan 8.493, serta resistance di 8.714 dan 8.821.
Sentimen Global dan Domestik Masih Jadi Perhatian
Sementara itu, Phintraco Sekuritas menyoroti perhatian pelaku pasar yang masih tertuju pada rilis sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat, mulai dari nonfarm payrolls, data inflasi, retail sales, hingga PMI.
Arah kebijakan moneter global juga menjadi faktor krusial, menyusul agenda rapat bank sentral utama dunia seperti ECB, Bank of England, dan Bank of Japan. Dari dalam negeri, investor menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia serta rilis data pertumbuhan kredit perbankan.
Secara teknikal, Phintraco mencatat histogram MACD IHSG masih berada di area negatif, meski pelemahan mulai melandai. Stochastic RSI mendekati area oversold, sementara pergerakan IHSG masih berada di bawah MA5. Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan bergerak konsolidatif di kisaran 8.550–8.700.











