Ruang Gerak Terbatas Selama di Bawah 8.750
Phintraco mencatat indikator Stochastic RSI membentuk golden cross di area mendekati oversold, yang membuka peluang terjadinya rebound teknikal. Namun selama IHSG masih ditutup di bawah level 8.750, pergerakan indeks diperkirakan tetap terbatas dalam fase konsolidasi di kisaran 8.600–8.750.
Kombinasi dua pendekatan analisis tersebut mengindikasikan bahwa perdagangan Kamis, 18 Desember 2025, berpotensi berlangsung dengan volatilitas terbatas, dengan kecenderungan indeks menguji area support terlebih dahulu sebelum mencoba bergerak naik.
Support terdekat berada di 8.553 dan 8.493, sementara resistance di kisaran 8.714 hingga 8.821 masih menjadi tantangan yang sulit ditembus tanpa adanya katalis baru.
Rekomendasi Saham: Strategi Buy on Weakness
Dalam konteks saham individual, MNC Sekuritas menekankan strategi buy on weakness pada sejumlah emiten.
Saham ANTM dinilai mulai memasuki fase awal wave [iii] dari wave 5, ditandai dengan penguatan yang disertai volume meski masih tertahan di MA60. Kondisi ini mengindikasikan fase akumulasi awal.
Sementara itu, BBRI menunjukkan struktur teknikal yang relatif solid dengan harga mampu bertahan di atas MA20 dan berada di akhir wave (i) dari wave [c], membuka peluang kelanjutan kenaikan setelah koreksi minor.
Berbeda dengan itu, SMGR masih berada dalam fase wave iv dari wave (a), sehingga tekanan jual jangka pendek dinilai masih berpotensi berlanjut sebelum terbentuk struktur kenaikan baru.
Adapun TAPG bergerak lebih defensif dengan pergerakan cenderung datar, namun mulai muncul volume beli yang mengindikasikan fase konsolidasi menjelang pergerakan selanjutnya.
Di sisi lain, Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham-saham sektor konsumsi dan komoditas seperti MAPA, MAPI, INCO, NCKL, dan CNMA untuk strategi trading harian.










