BeritaBandungRaya.com – Kemudahan akses internet dan semakin terjangkaunya smartphone mendorong lahirnya gelombang baru kreator digital di Indonesia. Sejak pandemi, kebutuhan masyarakat terhadap konten hiburan, edukasi, hingga informasi meningkat drastis. Kondisi ini menjadi momentum bagi generasi muda untuk memanfaatkan dunia digital sebagai ruang berkarya sekaligus membuka peluang penghasilan.
BACA JUGA : 12 Tips Mengelola Stres di Kantor agar Tetap Produktif dan Sehat Mental
Hal itu disampaikan oleh Dee Rahma, Digital Marketing Strategist sekaligus Content Creator, dalam webinar Literasi Digital Jawa Barat I untuk Kabupaten Bandung Barat.
“Pandemi adalah waktu yang tepat untuk belajar digital skills. Kalau dimanfaatkan dengan benar, ini bisa jadi sumber penghasilan baru,” ungkap Dee.
Dari Media Tradisional ke Era Konten Digital
Dee menjelaskan bahwa konten pada dasarnya adalah cara menyampaikan pesan kepada publik melalui berbagai media. Dahulu konten fokus pada format tradisional seperti brosur, surat kabar, majalah, dan televisi. Namun transformasi digital mengubah peta permainan.
Revolusi media sosial, yang berakar dari berkembangnya komputer pribadi pada 1980-an hingga lahirnya Facebook pada 2004 dan iPhone di era berikutnya, membuat distribusi konten menjadi jauh lebih cepat dan masif. “Sekarang jutaan konten tersebar setiap hari, dari foto hingga video singkat, di berbagai platform,” kata Dee.
Memilih Platform Sesuai Kepribadian
Bagi pemula yang ingin menjadi content creator, memilih platform media sosial yang tepat menjadi langkah awal. Dee menekankan bahwa pilihan platform harus disesuaikan dengan karakter dan kenyamanan pribadi.
“Setiap platform punya gaya berbeda. Pilih yang paling cocok dengan personality dan cara kamu bercerita,” ujarnya.











