BeritaBandungRaya.com – Instagram memastikan bahwa tidak terjadi kebocoran data pengguna, meskipun sejumlah akun menerima email terkait permintaan reset kata sandi dalam beberapa hari terakhir. Perusahaan menegaskan insiden tersebut bukan disebabkan oleh peretasan, melainkan akibat gangguan teknis yang kini telah berhasil diatasi.
Isu ini mencuat setelah laporan dari Malwarebytes, perusahaan keamanan siber, yang mengunggah tangkapan layar email reset kata sandi Instagram di platform Bluesky. Unggahan tersebut memicu kekhawatiran publik terkait dugaan kebocoran data jutaan akun.
BACA JUGA: Android vs iPhone: Jurang Perbedaan dalam Teknologi Migrasi Data
Klaim Kebocoran Data 17,5 Juta Akun
Dalam laporannya, Malwarebytes mengklaim bahwa data sensitif dari sekitar 17,5 juta akun Instagram diduga telah dicuri oleh pelaku kejahatan siber. Data tersebut disebut mencakup nama pengguna, alamat email, nomor telepon, alamat fisik, hingga informasi pribadi lainnya.
Klaim ini dengan cepat menyebar di media sosial dan menimbulkan kepanikan di kalangan pengguna Instagram, terutama mereka yang menerima email permintaan reset kata sandi tanpa merasa pernah mengajukannya.
Instagram Tegaskan Sistem Tidak Diretas
Menanggapi isu tersebut, Instagram memberikan klarifikasi resmi melalui akun X (sebelumnya Twitter). Perusahaan menyatakan telah menemukan dan memperbaiki masalah teknis yang memungkinkan pihak eksternal mengirim permintaan email reset kata sandi ke sejumlah pengguna.
“Kami telah memperbaiki masalah yang memungkinkan pihak eksternal meminta email reset kata sandi untuk beberapa orang. Email tersebut dapat diabaikan. Kami mohon maaf atas kebingungan yang terjadi,” tulis Instagram, dikutip Senin (12/1/2026).
Instagram menegaskan bahwa tidak ada sistem yang diretas dan tidak ada data pengguna yang bocor dalam insiden ini. Namun, perusahaan tidak merinci siapa pihak eksternal yang dimaksud atau bagaimana celah teknis tersebut bisa terjadi.












