Kepala BPS RI, Amalia Adininggar, menekankan pentingnya fondasi data dalam mengeksekusi strategi pembangunan Jawa Barat. “Data yang akurat diperlukan untuk memetakan sumber pertumbuhan dan merumuskan strategi pencapaian PDRB Rp4.000 triliun,” tegasnya.
Amalia menambahkan, analisis berbasis evidensi menjadi pijakan untuk memastikan setiap kebijakan mampu menghasilkan dampak ekonomi yang terukur.
Ketua Dewan Pembina BA Center, Burhanuddin Abdullah, menyoroti perlunya reformasi tata kelola ekonomi daerah untuk mendukung produktivitas jangka panjang.
“Kebijakan fiskal daerah yang efisien dan berbasis evidensi menjadi fondasi pertumbuhan menuju angka 8 persen,” katanya.
Baca Juga: Tips Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Bugar di Tengah Cuaca Ekstrem yang Tidak Menentu
Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Digital, Ahmad Ridha Sabana, menyampaikan bahwa sektor kreatif dan digital kini menjadi tulang punggung ekonomi baru.
“Penguatan sektor kreatif dan digital merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperluas kontribusi ekonomi berbasis inovasi,” jelasnya.
Kepala Perwakilan BPK Jawa Barat, Eydu Oktain Panjaitan, menekankan pentingnya akuntabilitas. “Efektivitas belanja publik merupakan pilar penting dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah,” ujarnya.
Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM, Rully Nuryanto, menyebut revitalisasi koperasi modern sebagai agenda besar yang selaras dengan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. “Penguatan koperasi modern dapat meningkatkan pembiayaan produktif dan keterlibatan pelaku usaha rakyat,” ucapnya.











