Selain sebagai solusi kemacetan, Dadang menegaskan proyek tol ini juga menjadi pintu masuk untuk mendorong sektor pariwisata dan investasi. Kawasan Pacira (Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali) serta Pangalengan yang kaya akan potensi wisata alam akan semakin mudah dijangkau, sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat lokal.
Pembangunan tol baru diproyeksikan memberikan efek domino terhadap perekonomian. Kelancaran transportasi akan memacu perputaran bisnis di sektor kuliner, penginapan, hingga UMKM lokal. Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga optimistis kehadiran jalan tol dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata yang lebih kompetitif.
“Dengan akses yang lebih mudah, wisatawan akan lebih betah dan semakin banyak investor yang melirik Bandung Selatan. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga pengungkit ekonomi masyarakat,” kata Dadang.
Baca Juga: Lokasi SIM Keliling Bandung Hari Ini, Kamis 18 September 2025: Cek Syarat dan Biayanya!
Alternatif Transportasi Modern: Kereta Gantung
Selain jalan tol, Pemkab Bandung juga menggagas pembangunan kereta gantung wisata sebagai moda transportasi modern. Wahana ini dirancang untuk menghubungkan kawasan wisata Pacira hingga Pangalengan. Menurut Dadang, kereta gantung tidak hanya menjadi solusi mengurangi kepadatan kendaraan pribadi, tetapi juga daya tarik baru yang bisa memperkaya pengalaman wisatawan.
Rencana tersebut bahkan sudah disiapkan melalui dokumen Pra Feasibility Study (FS) dan akan dipromosikan pada ajang West Java Investment Summit. Sejumlah investor pun mulai diajak berkolaborasi agar proyek kereta gantung ini dapat segera terealisasi.
Infrastruktur Penentu Daya Saing Pariwisata
Kabupaten Bandung kini menghadapi tantangan serius akibat tingginya arus wisatawan. Tanpa terobosan infrastruktur, potensi wisata bisa terhambat oleh masalah klasik: macet dan akses jalan terbatas. Pembangunan Jalan Tol Soreang–Ciwidey–Pangalengan dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan sektor pariwisata tetap kompetitif di tengah meningkatnya jumlah kunjungan setiap tahun.








