“Kalau dibandingkan dengan kondisi sebelumnya, sekarang justru lebih baik. Tidak ada lonjakan ekstrem,” katanya.
Sementara itu, harga komoditas protein hewani di Kota Bandung juga dilaporkan masih berada dalam kategori normal. Data Disdagin per akhir Januari 2026 mencatat harga daging sapi berkisar Rp140.000 per kilogram, daging ayam ras Rp38.000 per kilogram, serta telur ayam Rp29.000 per kilogram.
“Untuk komoditas daging dan telur relatif aman, belum ada gejolak harga yang berarti,” jelas Farhan.
Terkait bencana longsor yang sempat terjadi di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB), Farhan memastikan peristiwa tersebut tidak berdampak pada distribusi bahan pangan ke Kota Bandung. Jalur pasokan dinilai tetap lancar sehingga tidak memengaruhi ketersediaan maupun harga di pasar.
“Distribusi dari para distributor berjalan normal. Tidak ada hambatan pasokan ke Kota Bandung,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pemkot Bandung menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadan hingga Idulfitri 2026. Menurut Farhan, kestabilan harga menjadi faktor penting agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa dibayangi kenaikan biaya hidup.
Baca Juga: 25 Kode Redeem Free Fire Terbaru 2 Februari 2026, Klaim Skin Jujutsu Kaisen hingga Diamond Gratis
“Kami ingin warga Bandung memasuki Ramadan tanpa rasa khawatir soal harga pangan. Pemerintah hadir untuk memastikan pasokan aman, harga terkendali, dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi pengendalian inflasi, Pemkot Bandung melalui Disdagin akan kembali menggelar program Bazar Murah Utama (Bazmut) di 30 kecamatan. Program ini diharapkan mampu menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok sekaligus menekan potensi lonjakan harga jelang Ramadan dan Lebaran.





