‘Jujutsu Kaisen: Eksekusi’ Ungkap Gaya Baru MAPPA di Tengah Masa Keemasan Anime

MAPPA Hadir dengan Visual yang Lebih Eksperimental

Sejak awal ‘Jujutsu Kaisen’ dikenal dengan kualitas animasi yang solid. Namun gaya visual yang kini diadopsi MAPPA—melalui ‘Eksekusi’ dan juga film Reze dari ‘Chainsaw Man’—memberikan sentuhan yang lebih berani dan cair.

Beberapa adegan pertarungan memang mengingatkan pada momen kontroversial Naruto vs Pain, kala visual sengaja dibuat terdistorsi untuk memunculkan intensitas, kecepatan, dan luapan emosi. Bedanya, MAPPA berhasil menjadikan pendekatan itu sebagai bagian dari ritme cerita, bukan gangguan. Hasilnya adalah pengalaman sinematik yang memacu adrenalin dari awal hingga akhir.

BACA JUGA : Polemik One Piece di Indonesia: Dari Bendera Bajak Laut hingga Teori Netizen soal Kemiripan dengan Realita

Pembeda di Tengah Ramainya Rilisan Anime

Dengan persaingan ketat di dunia anime, ‘Jujutsu Kaisen: Eksekusi’ mampu menonjol berkat pendekatan visual barunya. Pilihan gaya animasi ini bukan hanya memudahkan MAPPA dalam menangani rangkaian adegan aksi yang kompleks, tetapi juga memberi identitas yang mudah dikenali bagi franchise ini ke depannya.

Meski beberapa bagian terasa berat bagi penonton yang baru saja menyelesaikan musim kedua, film ini tetap menjadi pembuka yang kuat untuk arc ‘The Culling Game’. Kehadiran kembali Yuta Okkotsu juga akan menjadi suguhan manis terutama bagi penggemar ‘Jujutsu Kaisen 0’.

Pada akhirnya, seluruh durasi film terasa berharga, mengingat peran pentingnya dalam mengantar penonton masuk ke salah satu arc terbesar dalam serial ini.***