BeritaBandungRaya.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mengambil langkah tegas dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Hingga Agustus 2025, tercatat sudah ada 24 perlintasan sebidang tak terjaga yang resmi ditutup di wilayah kerja Daop 2 Bandung. Penutupan ini dilakukan lantaran perlintasan liar dan tidak terjaga dinilai rawan menimbulkan kecelakaan lalu lintas, baik bagi pengguna jalan maupun perjalanan kereta api.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan bahwa penutupan perlintasan sebidang yang tidak terjaga ini dilakukan karena sangat berisiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas yang dapat mengganggu keselamatan perjalanan kereta api.
“Perlintasan sebidang liar dan tidak terjaga kerap menjadi titik rawan kecelakaan lalu lintas. Dengan penutupan ini, KAI Daop 2 Bandung berupaya menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, selamat, dan nyaman, sekaligus melindungi masyarakat pengguna jalan,” jelas Kuswardojo.
Penutupan dilakukan dengan memasang pagar penghalang sehingga perlintasan tersebut tidak lagi bisa dilewati oleh kendaraan roda 4 maupun roda 2. Dalam melakukan penutupan ini, KAI Daop 2 Bandung selalu melakukan koordinasi bersama pemerintah daerah, kewilayahan setempat, dan stakeholder terkait.
Baca Juga: Goldmart Rayakan Ulang Tahun ke-34, Hadirkan Koleksi Unbreakable Bond di Bandung
Selain itu, upaya untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, KAI Daop 2 Bandung juga secara aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang. Upaya sosialisasi dilakukan melalui berbagai macam cara salah satunya melalui kampanye di perlintasan sebidang bersama stakeholder terkait dan komunitas pencinta kereta api.