-
Kamis, 5 Juni 2025 (9 Dzulhijjah – Hari Arafah)
-
Jumat, 6 Juni 2025 (10 Dzulhijjah – Idul Adha)
-
Sabtu, 7 Juni 2025 (11 Dzulhijjah)
-
Minggu, 8 Juni 2025 (12 Dzulhijjah)
-
Senin, 9 Juni 2025 (13 Dzulhijjah – Hari Tasyrik terakhir)
Takbir ini dikenal sebagai takbir muqayyad, yakni takbir yang dibaca setelah salat fardhu, baik sendiri maupun berjamaah.
Beda Takbir Umat Umum dan Jemaah Haji
Perlu dicatat, waktu takbiran bagi jemaah haji di Tanah Suci berbeda. Mereka mengumandangkan takbir mulai setelah tahallul pada Hari Raya Kurban (10 Dzulhijjah) dan berakhir pada pagi hari Tasyrik terakhir (13 Dzulhijjah).
BACA JUGA: Raih Ketenteraman Hati di Hari Raya: 7 Cara Menyambut Shalat Idul Adha dengan Penuh Kesadaran
Pilihan Bacaan Takbir
Ada beberapa bentuk bacaan takbir yang bisa dibaca, baik yang singkat maupun panjang. Semuanya sah dan disunnahkan, tergantung kemampuan dan kebiasaan masing-masing.
1. Bacaan Takbir Singkat
Latin: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaha illallah, wa Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamd.
Arti: “Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah.”
2. Bacaan Tambahan Takbir Kabiran
Latin: Allahu Akbar, Allahu Akbar kabīran.
3. Bacaan Takbir Lengkap (Versi Panjang)
Lafal panjang ini bersumber dari riwayat Imam Muslim, menggambarkan kemuliaan Allah, janji-Nya yang ditepati, dan kemenangan yang diberikan kepada kaum Muslimin.










