Gelombang Aksi Protes di Depan Sekolah
Sehari sebelum laporan resmi masuk, puluhan siswa dan alumni menggelar aksi demonstrasi di depan gerbang sekolah. Mereka menuntut pihak sekolah untuk:
Mengungkap identitas pelaku dan memberi sanksi tegas.
Memberikan perlindungan kepada korban dari ancaman dan intimidasi.
Mencegah kasus serupa agar tidak terulang di masa depan.
Aksi ini juga menjadi simbol perlawanan terhadap budaya diam yang selama ini kerap melindungi pelaku kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.
BACA JUGA: JNE Jadi Mitra Logistik Resmi Konser Snada Indonesia 2025, Kolaborasi Dukung Industri Kreatif
Luka Lama Dunia Pendidikan
Kasus di SMK Pasundan 2 kembali menyoroti lemahnya sistem pengawasan dan perlindungan siswa di institusi pendidikan.
Pengamat pendidikan menilai, peristiwa ini harus menjadi momentum untuk:
Memperkuat mekanisme pengaduan di sekolah.
Membangun budaya berani bicara bagi siswa yang menjadi korban pelecehan.
Menindak tegas pelaku kekerasan seksual tanpa kompromi.
Jika tidak, kekerasan seksual di sekolah akan terus berulang dan merusak masa depan generasi muda.
Pihak kepolisian mengimbau para korban maupun saksi yang memiliki informasi terkait kasus ini untuk segera melapor. Dengan adanya laporan yang jelas dan bukti yang kuat, diharapkan kasus ini dapat diusut tuntas dan memberikan keadilan bagi korban.***












