Katharina Achmad & Friends Rilis Single “Resep Sayur Rawon”, Jazz Swing dengan Filosofi Hidup dan Kuliner Nusantara

BeritaBandungRaya.com – Musik jazz kembali menemukan ruang eksperimentasi yang segar dan sarat makna di awal tahun 2026. Katharina Achmad and Friends resmi memperkenalkan single perdana bertajuk “Resep Sayur Rawon”, sebuah lagu jazz swing yang memadukan refleksi hidup, pengalaman personal, serta penghormatan terhadap kekayaan kuliner Nusantara.

Judulnya yang terdengar sederhana bahkan jenaka langsung memancing rasa ingin tahu. Namun di balik “Resep Sayur Rawon” tersimpan narasi filosofis tentang bagaimana manusia memaknai hidup, merawat apa yang tersisa, dan menemukan keindahan dari hal-hal yang kerap dianggap sepele.

BACA JUGA: Drama Musikal Lutung Kasarung Hadir di Bandung, Tiket Ludes dan Tambah Jadwal Pertunjukan

Lahir dari Spontanitas dan Kejujuran Rasa

Katharina Achmad mengungkapkan bahwa lagu ini lahir secara spontan, baik dari sisi lirik maupun musik. Ide tersebut muncul saat ia tengah menjalani aktivitas santai bersama teman-temannya.

Dalam suasana ringan, bahkan ketika sedang membersihkan seledri, irama swing jazz mengalir begitu saja, menyatu dengan kata-kata yang lahir tanpa beban. Menurut Katharina, puisi dan musik memiliki kesamaan: sama-sama ambigu dan terbuka terhadap banyak tafsir.

“Puisi memberi ruang makna yang luas. Musik menjadi medium lain untuk menyampaikan rasa yang sama dengan pendekatan berbeda. Jazz memberi kebebasan itu,” ungkapnya.

Jazz Swing sebagai Pilihan Estetika

Pemilihan genre jazz swing bukan tanpa alasan. Irama ini dinilai paling tepat untuk membungkus cerita Resep Sayur Rawon yang cair, santai, dan sarat humor. Swing jazz juga merepresentasikan kehidupan yang tidak selalu kaku dan penuh aturan, melainkan fleksibel dan improvisatif.

Secara musikal, lagu ini digarap dengan aransemen yang hangat dan jernih. Buntoro Nugroho lewat permainan piano menghadirkan groove swing yang konsisten, diperkuat gitar akustik Rachmat Anggara Gunadi, bass elektrik Aries Ardiansyah, serta tiupan saxophone Taufik Saefulloh yang memberi warna jazz klasik nan nyaman.

Narasi khas Shinta Kusumawati menambah dimensi cerita, sementara Katharina Achmad sendiri mengisi vokal dan perkusi dengan karakter suara yang ekspresif namun tetap bersahaja.