Teknologi Digital untuk Pangan, Air, dan Energi
Selain sektor pangan, Kemkomdigi juga mendorong penerapan teknologi digital pada pengelolaan air dan energi. Sejumlah perusahaan rintisan (startup) ikut dilibatkan untuk menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat desa.
Menurut Edwin, program digitalisasi tidak hanya dipusatkan pada satu sektor saja.
“Kita ingin meningkatkan hasil peternakan, konservasi desa, hingga pengelolaan sektor lain yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat,” ujarnya.
IoT dan AI Terbukti Tingkatkan Produktivitas Pertanian
Menteri Komunikasi Digital Meutya Hafid sebelumnya mengungkapkan hasil positif dari penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dan kecerdasan artifisial sederhana di sektor pertanian.
Menurut Meutya, penggunaan perangkat IoT pada pengelolaan lahan pertanian terbukti mampu memberikan dampak signifikan.
“Pemakaian pupuk bisa berkurang hingga 50 persen, produktivitas meningkat, dan emisi karbon juga lebih rendah,” ungkapnya.
Hasil tersebut menjadi bukti bahwa digitalisasi bukan hanya sekadar modernisasi, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sektor pangan.
BACA JIGA : Indonesia Genjot Konektivitas Internet untuk Perkuat Ekosistem AI Nasional
Komitmen Mendorong Transformasi Digital yang Merata
Upaya Kemkomdigi memperluas akses dan pemanfaatan teknologi digital menunjukkan komitmen pemerintah dalam menciptakan transformasi digital yang inklusif. Dengan mendorong adopsi teknologi di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan, pemerintah berharap masyarakat perdesaan dapat menikmati manfaat ekonomi yang sama dengan wilayah perkotaan.
Transformasi digital yang merata diyakini dapat mendukung pertumbuhan produktivitas, meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha kecil, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.***











