Baca Juga: Laptop dan PC Terancam Makin Mahal di 2026, Ini Dia Penyebabnya!
- Bersihkan Kipas dan Ventilasi Secara Rutin
Pembersihan setiap 1–3 bulan membantu menjaga sirkulasi udara tetap lancar.
- Gunakan Cooling Pad
Cooling pad berfungsi seperti “AC tambahan” untuk laptop, terutama saat digunakan untuk aktivitas berat.
- Ganti Thermal Paste Secara Berkala
Idealnya, thermal paste diganti setiap 1–2 tahun agar transfer panas tetap optimal.
- Batasi Multitasking
Tutup aplikasi yang tidak digunakan untuk mengurangi beban prosesor dan menekan suhu.
- Aktifkan Mode Hemat Daya
Mode hemat energi membantu menurunkan beban kerja CPU dan menjaga suhu tetap stabil.
- Beri Waktu Istirahat
Hindari penggunaan berat non-stop. Beri jeda agar komponen bisa mendingin secara alami.
- Jaga Suhu Ruangan
Gunakan laptop di ruangan sejuk dengan sirkulasi udara baik, hindari paparan panas langsung.
- Kurangi Kecerahan Layar
Menurunkan brightness layar dapat mengurangi konsumsi daya dan panas.
- Gunakan Aplikasi Pemantau Suhu
Software pemantau suhu membantu mendeteksi overheating lebih awal sebelum terjadi kerusakan.
Laptop zaman sekarang memang cenderung lebih mudah panas karena desain tipis dan tuntutan performa tinggi. Namun, masalah ini bisa dikendalikan jika pengguna memahami penyebab laptop cepat panas dan menerapkan langkah perawatan yang tepat.
Dengan perawatan rutin, kebiasaan penggunaan yang bijak, serta sistem pendinginan yang optimal, laptop dapat tetap dingin, awet, dan bekerja maksimal untuk menunjang aktivitas sehari-hari.***








