BeritaBandungRaya.com – Keringat di malam hari bukan sekadar rasa tidak nyaman. Dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa membuat seseorang terbangun dengan tubuh basah kuyup meski berada di ruangan yang sejuk.
Berbeda dengan keringat akibat cuaca panas atau aktivitas fisik, keringat malam dapat menjadi tanda adanya gangguan pada sistem pengaturan suhu tubuh. Jika terjadi berulang, kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan.
Berikut sejumlah penyebab keringat malam yang perlu Anda ketahui.
BACA JUGA: Plastik Semakin Mahal, 10 Tips Ini Bisa Selamatkan Pengeluaran Anda
1. Infeksi
Infeksi menjadi salah satu penyebab utama keringat malam. Saat tubuh melawan kuman, suhu tubuh meningkat sehingga memicu produksi keringat.
Salah satu contoh yang sering terjadi adalah Tuberkulosis (TB), yang biasanya disertai gejala seperti batuk berkepanjangan, demam, dan penurunan berat badan.
Selain itu, infeksi lain seperti HIV, infeksi katup jantung, hingga infeksi tulang juga dapat menyebabkan keringat berlebihan saat tidur.
2. Perubahan Hormonal
Perubahan hormon, terutama pada wanita, dapat memicu keringat malam. Kondisi seperti menopause dan perimenopause sering menyebabkan sensasi panas mendadak.
Penurunan hormon estrogen membuat sistem pengatur suhu tubuh menjadi tidak stabil. Akibatnya, tubuh memproduksi keringat secara berlebihan, bahkan saat tidur.
3. Kanker
Beberapa jenis kanker, seperti limfoma dan leukemia, juga dapat menyebabkan keringat malam.
Biasanya, kondisi ini disertai gejala lain seperti kelelahan ekstrem, pembengkakan kelenjar getah bening, atau memar yang tidak wajar. Jika keringat malam terjadi terus-menerus, pemeriksaan medis sangat disarankan.













