Komentar Pedas Xabi Alonso Usai Real Madrid Dipermalukan Celta Vigo: “Kami Semua Marah”

BeritaBandungRaya.com – Real Madrid kembali menuai sorotan tajam usai menelan kekalahan memalukan 0-2 dari Celta Vigo di Santiago Bernabéu dalam lanjutan Liga Spanyol 2025–2026, Senin (8/12) dini hari WIB. Dua gol Williot Swedberg pada menit ke-54 dan 90+3 memastikan Madrid pulang tanpa poin, ditambah dua kartu merah yang membuat situasi makin berantakan.

Laga ini berjalan jauh dari skenario Real Madrid. Tuan rumah dipaksa menutup pertandingan hanya dengan sembilan pemain setelah Fran Garcia dan Alvaro Carreras sama-sama diusir keluar lapangan. Kekalahan tersebut semakin menegaskan tren buruk Los Blancos, yang kini hanya meraih dua kemenangan dari tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi.

BACA JUGA: Real Madrid Dipermalukan Celta Vigo 0-2 di Bernabeu, Dua Kartu Merah Warnai Laga

Xabi Alonso: “Kami semua marah”

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, tidak menutupi kekecewaannya. Ia menyebut kekalahan ini memukul tim secara mental, terutama setelah kehilangan Eder Militao lebih awal akibat cedera hamstring.

“Kami semua marah. Ini bukan pertandingan atau hasil yang kami inginkan. Cedera Militao sejak awal sudah menyakiti kami,” ujar Alonso, mengingat pergantian paksa yang ia lakukan pada menit ke-24.

Ia menegaskan bahwa tim kesulitan pulih setelah momen tersebut. “Sulit untuk bangkit secara mental. Kami mencoba menyesuaikan, tapi segalanya tidak berjalan sesuai rencana. Ini menyakitkan.”

Madrid Tampil Dominan, tapi Tanpa Ujung Tajam

Meski menguasai jalannya pertandingan di babak pertama, Madrid gagal memecah kebuntuan. Dua peluang emas Arda Güler masih melebar dan digagalkan Ionut Radu, sementara tembakan Vinicius Junior juga dipatahkan kiper Celta tersebut sebelum turun minum.

Di babak kedua, segalanya runtuh semakin cepat. Kesalahan individu di sisi pertahanan memberi ruang bagi Celta untuk melancarkan serangan. Umpan silang yang tampak sederhana justru berakhir menjadi gol pembuka Swedberg.

Madrid mencoba merespons, tapi justru terjebak dalam tekanan dan kehilangan kendali emosi, yang berujung pada dua kartu merah dalam tempo singkat.