BeritaBandungRaya.com – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis, menanggapi polemik yang muncul dari tayangan Dangdut Academy 7 setelah salah satu segmen acara itu dinilai memuat unsur sensitif terkait kalimat tauhid.
Kontroversi bermula ketika seorang kreator asal Madura, Boger Bojinv, tampil membawakan tarian keseimbangan yang diiringi lagu Madura berjudul Aduh Kecong Bekna Sengak. Aksi tersebut kemudian diikuti oleh sejumlah pengisi acara, seperti Gilang Dirga, Jirayut, Rina Nose, Soimah, Dewi Perssik, Lesti, hingga Bunda Corla.
Namun tidak berselang lama, iringan musik yang digunakan terdengar memiliki lantunan yang dianggap menyerupai kalimat tauhid. Menyadari adanya potensi sensitivitas, Gilang Dirga dan Ramzi langsung menghentikan penampilan dan meminta musik tersebut diganti.
BACA JUGA: 15 Rekomendasi Drama China Singkat Terbaik: Tuntas Dalam 1–2 Hari, Cerita Padat dan Bikin Nagih
Potongan momen itu kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu reaksi dari warganet. Tidak sedikit yang menilai penggunaan lantunan yang mirip kalimat tauhid dalam konteks hiburan sebagai tindakan tidak pantas.
Pihak stasiun televisi yang menayangkan acara tersebut telah menemui MUI untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung. Meski demikian, proses klarifikasi tidak berhenti pada tahap itu.
Melalui unggahan di platform X (Twitter), Cholil Nafis menyebutkan bahwa MUI tetap melakukan peninjauan lebih lanjut terkait tayangan tersebut.
“Ya, ini sedang ditangani oleh MUI. Meskipun sudah meminta maaf dan menghentikan tayangannya, tetapi tetap perlu diproses lebih lanjut sebagai pelajaran bagi kita,” tulis Cholil Nafis, Jumat (28/11).
Ia menegaskan bahwa pihak penyelenggara acara semestinya lebih berhati-hati dalam mengangkat konten viral, terutama ketika menyangkut hal-hal yang memiliki nilai sakral dalam agama.












