BeritaBandungRaya.com – Kota Bandung dinilai perlu memperbanyak atraksi seni pertunjukan sebagai upaya memperkuat ekosistem pariwisata. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan hiburan di ibu kota Jawa Barat.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa selama ini persoalan utama pariwisata Bandung bukan terletak pada minimnya gedung pertunjukan, melainkan kurangnya jumlah dan keberlanjutan pertunjukan seni itu sendiri.
BACA JUGA: Remaja 17 Tahun Ditemukan Tewas di Bawah Flyover Pasupati Bandung, Polisi Selidiki Motif Kejadian
Bukan Kurang Gedung, Tapi Kurang Pertunjukan
Menurut Farhan, kritik terkait minimnya gedung pertunjukan di Kota Bandung kerap muncul. Namun, ia menilai infrastruktur bukanlah masalah utama.
“Saya rasa sekarang kita mulai sadar, yang kurang itu bukan gedung pertunjukannya tapi pertunjukannya. Itu yang harus kita dorong terus,” ujar Farhan.
Ia menjelaskan bahwa tantangan terbesar pengembangan seni pertunjukan di Bandung adalah tingginya price sensitivity masyarakat, sehingga harga tiket tidak bisa dipatok terlalu mahal. Solusinya, kata Farhan, adalah memperbanyak jumlah pertunjukan agar ekosistem seni dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Seni Pertunjukan Punya Dampak Langsung ke Pariwisata
Farhan menekankan bahwa seni pertunjukan memiliki kontribusi besar terhadap sektor pariwisata. Menurutnya, ekonomi Kota Bandung banyak ditopang oleh sektor hiburan dan wisata.
Ia merinci bahwa pariwisata harus memiliki tiga unsur utama yang saling terhubung.
“Dalam pariwisata itu ada tiga hal, ada yang bisa dilihat, ada yang bisa dikerjakan, dan ada yang bisa dibeli. Tiga-tiganya harus lengkap dan saling mendukung dalam satu ekosistem yang sehat,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan ekosistem pariwisata harus dilakukan secara jangka panjang, bukan instan.








