2. Ledakan Emosional
Rasa jengkel dan frustrasi memang wajar dialami mahasiswa. Namun, ketika emosi meledak secara berlebihan dan sering terjadi, hal tersebut menjadi indikasi bahwa seseorang membutuhkan dukungan mental.
3. Gelisah Berlebihan
Mahasiswa rantau cenderung merasa terisolasi atau terasingkan secara sosial. Kondisi ini dapat memicu kecemasan berlebih, disertai gejala fisik seperti berkeringat, bibir kering, dan jantung berdebar.
4. Antusiasme Menurun
Setelah perjuangan panjang meraih kampus impian, hilangnya motivasi secara tiba-tiba menjadi tanda awal gangguan mental. Perubahan drastis ini tidak boleh diabaikan.
Tips Menjaga Kesehatan Mental untuk Mahasiswa Rantau
Agar kesehatan mental tetap terjaga selama merantau, berikut sejumlah langkah yang dapat dilakukan mahasiswa:
1. Tetap Aktif Bergerak dengan Olahraga
Olahraga ringan secara rutin terbukti bermanfaat bagi kesehatan mental. Aktivitas fisik dapat menurunkan kecemasan, meningkatkan hormon endorfin, serta memperbaiki kualitas tidur.
2. Bergabung dengan Komunitas Sosial atau Kegiatan Sukarelawan
Kesulitan menemukan teman kerap dialami mahasiswa rantau, terutama yang berasal dari negara berbeda. Bergabung dengan komunitas atau organisasi sukarelawan membantu mahasiswa menemukan lingkungan yang nyaman dan mengurangi rasa kesepian.
3. Melatih Kesadaran Penuh (Mindfulness)
Latihan mindfulness seperti meditasi atau berfokus pada kondisi saat ini dapat membantu menenangkan pikiran. Beberapa universitas bahkan menyediakan program mindfulness khusus untuk mendukung kesehatan mental mahasiswa.











