Laptop dan PC Terancam Makin Mahal di 2026, Ini Dia Penyebabnya!

BeritaBandungRaya.com – Harga memori komputer berupa RAM dan NAND (SSD) mengalami lonjakan tajam dalam beberapa bulan terakhir. Krisis pasokan ini mulai berdampak luas, tidak hanya pada pasar PC rakitan, tetapi juga laptop dan PC produksi pabrikan besar seperti Lenovo, Dell, HP, Asus, dan Acer.

Krisis memori global yang terjadi saat ini dipicu oleh meningkatnya kebutuhan pusat data berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Permintaan besar dari sektor AI membuat pasokan RAM dan SSD untuk pasar konsumen semakin terbatas, sehingga mendorong kenaikan harga secara signifikan.

BACA JUGA: 9 Handphone yang Akan Rilis 2026, Inilah Deretan Smartphone Paling Ditunggu Pecinta Gadget!

Dampak awal krisis ini sebelumnya sudah dirasakan di pasar PC rakitan. Harga komponen melonjak drastis, bahkan muncul kasus ekstrem di mana sebagian perakit menjual unit PC tanpa RAM karena keterbatasan stok. Kini, efek tersebut mulai merembet ke produk laptop dan PC dari produsen besar.

Mengutip laporan TrendForce, harga memori diproyeksikan kembali naik tajam pada kuartal pertama 2026. Kondisi ini diperkirakan akan semakin menekan harga jual laptop dan PC di pasar global.

Sinyal kenaikan harga mulai terlihat dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026. Asus disebut telah memberi tahu mitra distribusinya terkait rencana penyesuaian harga produk akibat situasi pasar memori. Dell juga dilaporkan mengubah harga peluncuran laptop XPS 14 dan XPS 16 hanya beberapa jam sebelum pengumuman resmi.