Namun demikian, terdapat beberapa layanan yang tidak beroperasi sementara selama periode tersebut, di antaranya kedokteran nuklir, rehabilitasi medik, radioterapi, serta poliklinik jantung reguler.
Rachim mengungkapkan hingga pertengahan Maret 2026 tercatat sekitar 290 pasien telah melakukan pendaftaran secara daring untuk mengakses layanan kesehatan pada dua hari operasional tersebut. Sistem reservasi online dinilai sangat membantu manajemen rumah sakit dalam memetakan kebutuhan tenaga medis selama masa libur Lebaran.
“Kami mendorong masyarakat untuk memanfaatkan sistem pendaftaran online agar pelayanan dapat dipersiapkan lebih baik,” ujarnya.
RSHS Siapkan 1.188 Tempat Tidur Selama Mudik Lebaran
Sementara itu, Direktur Medik dan Keperawatan RSHS, dr. Iwan Abdul Rachman, menyampaikan rumah sakit juga menyiapkan 1.188 tempat tidur untuk pelayanan rawat inap selama periode Lebaran.
Menurutnya, persiapan tersebut merupakan langkah rutin yang dilakukan setiap tahun untuk memastikan layanan kesehatan tetap optimal ketika mobilitas masyarakat meningkat selama arus mudik.
“Menjelang libur Lebaran kami melakukan berbagai persiapan, termasuk kesiapan tempat tidur rawat inap. Saat ini tersedia 1.188 tempat tidur sehingga masyarakat tetap bisa mendapatkan pelayanan kapan pun dibutuhkan,” kata Iwan.
Ia menjelaskan, kasus kesehatan yang paling sering muncul menjelang Lebaran umumnya berkaitan dengan gangguan metabolik, terutama pada pasien dengan penyakit diabetes. Selain itu, peningkatan mobilitas masyarakat juga kerap diikuti oleh meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas.









