Longsor Cisarua Bandung Barat: 6 Orang Tewas, 84 Warga Masih Hilang, Puluhan Rumah Tertimbun

“Warga yang rumahnya berada di sekitar lokasi longsor kami ungsikan. Fokus pengungsian diprioritaskan bagi rumah yang benar-benar terdampak,” jelas Nur Awaludin.

Pemkab Bandung Barat Tetapkan Status Darurat Bencana

Seiring meningkatnya dampak bencana, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menetapkan status darurat bencana longsor di wilayah Cisarua. Penetapan ini dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi, distribusi bantuan, serta mobilisasi personel ke lokasi kejadian.

Jeje menjelaskan, longsor terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dan didahului suara gemuruh sebelum material tanah disertai banjir besar menerjang permukiman warga.

“Korban dalam bencana ini cukup banyak dan akses menuju lokasi cukup sulit. Karena itu kami tetapkan status darurat agar penanganan bisa lebih maksimal,” kata Jeje saat meninjau lokasi.

BPBD dan BNPB Lakukan Pencarian Intensif

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Bandung Barat, TNI, Polri, BNPB, relawan, dan unsur terkait terus melakukan pencarian terhadap warga yang diduga tertimbun longsor. Hingga Sabtu pagi, total 34 kepala keluarga atau 113 jiwa tercatat terdampak.

Baca Juga: HP Panas Berlebihan Saat Digunakan? Inilah 7 Cara Mudah Mendinginkannya agar Tidak Cepat Rusak

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan Cisarua sejak malam sebelumnya.

“Sebanyak 23 jiwa dilaporkan selamat, sementara puluhan lainnya masih dalam proses pencarian. Jumlah rumah terdampak masih terus didata petugas di lapangan,” ujarnya.

Status Siaga Masih Berlaku, Warga Diminta Waspada

Kabupaten Bandung Barat saat ini masih berada dalam Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi, termasuk banjir dan tanah longsor, yang berlaku hingga April 2026. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.