Meski demikian, koordinasi antarinstansi terus diperkuat agar proses evakuasi korban longsor di Jatinangor dapat berjalan aman dan tuntas.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari lapangan, terdapat enam orang pekerja yang terdampak dalam insiden kecelakaan kerja konstruksi tersebut. Dua korban berhasil selamat dan telah mendapatkan perawatan medis intensif di Rumah Sakit Universitas Padjadjaran (RS Unpad) Jatinangor.
Korban selamat:
Dian (41), warga Desa Cisempur, Jatinangor, Kabupaten Sumedang
Ahmid (71), warga Desa Cisempur, Jatinangor, Kabupaten Sumedang
Korban meninggal dunia:
Ivan, warga Rancaekek, Kabupaten Bandung
Ujang, warga Rancaekek, Kabupaten Bandung
Ade Hilir, warga Babakan Harja RT 07/02, Desa Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung
Hery, warga Kampung Karasak, Desa Cisempur, Jatinangor, Kabupaten Sumedang
Baca Juga: 10 Gunung di Bandung yang Cocok untuk Pendaki Pemula, Trekking Santai hingga Tektokan Seharian
Basarnas Tegaskan Insiden Kecelakaan Kerja
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Bandung, Muhammad Adip, menegaskan bahwa longsor proyek di Jatinangor tersebut merupakan kecelakaan kerja konstruksi, bukan bencana alam yang menimpa kawasan pemukiman.
Ia menjelaskan, peristiwa bermula saat aktivitas pembangunan berlangsung dan menyebabkan enam pekerja tertimbun material longsor dari tebing yang tidak stabil. Tim SAR gabungan kemudian melakukan operasi penyelamatan dengan mengutamakan faktor keselamatan personel.
“Kami tetap melanjutkan evakuasi selama kondisi memungkinkan. Namun keselamatan petugas menjadi prioritas utama, mengingat potensi longsor susulan masih tinggi,” ujar Adip.











