Apa Itu Sinkhole?
Mengacu pada penjelasan United States Geological Survey (USGS), sinkhole adalah cekungan atau lubang runtuhan di permukaan tanah yang tidak memiliki sistem drainase alami. Air hujan yang masuk ke dalam sinkhole biasanya tidak mengalir ke permukaan lain, melainkan langsung menuju lapisan bawah tanah.
Sinkhole umumnya terjadi di kawasan karst, yaitu wilayah dengan batuan yang mudah larut oleh air tanah, seperti batu kapur, gipsum, serta batuan karbonat lainnya. Fenomena ini kerap berlangsung tanpa tanda-tanda awal yang jelas, sehingga runtuhan dapat terjadi secara mendadak dan membahayakan.
Penyebab Terjadinya Sinkhole
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan bahwa sinkhole tidak hanya dipicu oleh faktor alam, tetapi juga dipengaruhi oleh aktivitas manusia. Eksploitasi air tanah berlebihan, perencanaan tata ruang yang mengabaikan kondisi geologi, serta perubahan iklim yang memengaruhi pola hidrologi tanah dapat meningkatkan risiko terjadinya lubang runtuhan.
Secara umum, sinkhole terbagi menjadi dua jenis utama. Solution sinkhole terbentuk secara perlahan akibat pelarutan batu kapur oleh air yang bersifat asam dalam jangka panjang. Sementara itu, collapse sinkhole terjadi secara tiba-tiba ketika atap rongga bawah tanah runtuh karena tidak lagi mampu menopang beban di atasnya.
BACA JUGA: Deretan Pria yang Pernah Dikabarkan Dekat dengan Julia Prastini, Terbaru Jefri Nichol
Langkah Pencegahan dan Mitigasi Sinkhole
Fenomena sinkhole menjadi ancaman serius, khususnya di wilayah karst. Oleh karena itu, diperlukan langkah mitigasi yang komprehensif. Pengelolaan air tanah secara bijak menjadi kunci utama untuk mencegah pengeringan rongga bawah tanah yang dapat memicu runtuhan.
Selain itu, pemantauan kondisi bawah permukaan tanah menggunakan teknologi seperti georadar perlu dilakukan secara berkala. Pemerintah juga diimbau untuk berhati-hati dalam merencanakan pembangunan infrastruktur di kawasan bentang alam karst (KBAK). Jika pembangunan tidak dapat dihindari, kajian geologi dan hidrogeologi yang mendalam wajib dilakukan terlebih dahulu.
Edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting agar pemanfaatan lahan di kawasan karst dilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan, sehingga risiko bencana geologi seperti sinkhole dapat diminimalkan.***











