“Benar, tim saat ini sedang menuju lokasi untuk penanganan lebih lanjut,” kata Ery melalui pesan singkat.
Sementara itu, hingga Kamis siang, petugas gabungan masih melakukan penyisiran dan upaya evakuasi menggunakan peralatan khusus agar macan tutul dapat diamankan tanpa membahayakan warga maupun satwa tersebut.
Pemerintah desa mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta tidak berkerumun di sekitar lokasi terakhir macan tutul terlihat dan membatasi aktivitas di luar rumah hingga proses evakuasi selesai.
“Kami minta warga tetap di dalam rumah dan jangan mendekati lokasi, karena bisa memicu agresivitas satwa,” ujar Apen.
Kemunculan macan tutul di permukiman Pacet diduga kuat berkaitan dengan terganggunya habitat alami atau berkurangnya sumber pakan di kawasan hutan sekitar Kabupaten Bandung.
Baca Juga: KUR BRI dan KUR Mandiri Februari 2026: Plafon hingga Rp500 Juta, Ini Syarat dan Simulasi Angsurannya
Peristiwa macan tutul masuk permukiman bukan kali pertama terjadi di Jawa Barat. Sepanjang tahun 2025, beberapa kasus serupa tercatat, termasuk macan yang masuk ke kawasan hotel di Setiabudi, Kota Bandung, serta kejadian di Kabupaten Kuningan.
Bahkan pada awal Januari 2026, seekor macan tutul di kawasan Hutan Sanggabuana, Karawang, dilaporkan terluka dan pincang akibat ditembak pemburu liar. Setelah pencarian selama enam hari oleh tim gabungan, satwa tersebut hingga kini belum berhasil ditemukan.
Pihak berwenang mengingatkan masyarakat agar segera melapor kepada aparat desa atau petugas konservasi apabila menemukan satwa liar masuk ke lingkungan permukiman, demi keselamatan bersama dan kelestarian satwa dilindungi.***











