Macan Tutul Turun ke Permukiman Warga di Pacet Bandung, BBKSDA Jabar Turun Tangan

BeritaBandungRaya.com – Seekor macan tutul dilaporkan turun ke permukiman warga di kawasan Pasar Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, pada Kamis (5/2/2026). Informasi awal menyebutkan, satwa liar tersebut telah diamankan oleh warga setempat.

Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Jawa Barat, Eri Mildranaya, membenarkan adanya laporan macan tutul yang keluar dari habitat alaminya dan memasuki kawasan permukiman.

“Benar, ada laporan macan tutul turun ke permukiman warga. Tim kami saat ini sedang menuju lokasi,” ujar Eri saat dikonfirmasi, Kamis (5/2/2026).

BACA JUGA: Sampah Bandung Jadi Fokus, Farhan Wajibkan Zero-Waste Event

Masih Diamankan Warga, Tim BBKSDA Menuju Lokasi

Eri menjelaskan, saat ini macan tutul tersebut masih dalam pengamanan sementara oleh warga setempat sambil menunggu kedatangan petugas BBKSDA.

“Sementara sedang diamankan warga, tim di perjalanan menyusul ke sana,” ucapnya.

Namun hingga saat ini, pihak BBKSDA Jawa Barat belum merinci kronologi kejadian, termasuk penyebab macan tutul turun ke permukiman serta belum ada informasi mengenai adanya korban akibat peristiwa tersebut.

Kasus Serupa Pernah Terjadi di Jawa Barat

Peristiwa macan tutul turun ke permukiman bukan kali pertama terjadi di Jawa Barat. Sepanjang tahun 2025, beberapa kejadian serupa sempat dilaporkan.

BACA JUGA: Update Longsor Cisarua Bandung Barat, 52 Warga Sipil Teridentifikasi

Salah satunya terjadi di kawasan Setiabudi, Kota Bandung, di mana macan tutul masuk ke area hotel. Selain itu, macan tutul juga pernah dilaporkan turun ke permukiman warga di Kabupaten Kuningan.

Sementara itu, pada awal Januari 2026, seekor macan tutul di Hutan Sanggabuana, Karawang, mengalami luka tembak hingga pincang akibat ulah pemburu liar. Tim gabungan telah melakukan pencarian selama enam hari, namun satwa tersebut belum berhasil ditemukan.

BBKSDA Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan tindakan berisiko apabila kembali menemukan satwa liar yang masuk ke kawasan permukiman.***