Mengapa “Playing God” Jadi Karya Ikonik Polyphia? Ini Deretan Fakta Menarik di Baliknya

BeritaBandungRaya.com – “Playing God” bukan hanya lagu instrumental populer—judul ini telah menjadi simbol inovasi musik modern yang mendorong batas teknis dan estetika. Dirilis oleh band progresif Polyphia, lagu ini memadukan ketelitian teknis, kreativitas ekstrem, serta perjalanan panjang yang penuh lika-liku sebelum akhirnya berhasil menggebrak dunia musik.

BACA JUGA : Tim Henson, Gitaris Visioner Polyphia yang Mengubah Wajah Musik Modern

Berikut rangkaian fakta menarik di balik proses terciptanya “Playing God”, yang membuatnya layak disebut sebagai salah satu karya paling berpengaruh dalam musik instrumental kontemporer.

Dikerjakan Selama Empat Tahun

Tidak banyak yang tahu bahwa “Playing God” membutuhkan empat tahun proses produksi. Perjalanan panjang ini mencerminkan standar perfeksionis Polyphia, terutama Tim Henson dan Scott LePage yang ingin setiap detail komposisi terdengar presisi dan berbeda dari apa pun yang pernah mereka buat.

Disebut Instrumental, tetapi Mengandung Lirik

Meski secara teknis lagu ini adalah instrumental, video musik resminya menampilkan teks yang menuliskan frasa “playing god”. Elemen ini memberi lapisan makna tambahan yang membuat pendengar bertanya-tanya tentang konsep dan pesan yang ingin disampaikan.

Frasa “playing god” sendiri merujuk pada tindakan seseorang yang seolah “mengambil alih peran Tuhan”—sebuah metafora yang kaya interpretasi, mulai dari kekuasaan hingga kontrol penuh atas takdir.

Teknik Bermain Gitar yang Rumit dan Multigenre

Lagu ini menggabungkan elemen latin-inspired guitar, trap beats, math rock, hingga prog metal. Gaya bermainnya rumit, ritmis, dan sangat cepat—hingga dalam jajak pendapat di Reddit, banyak gitaris menyebutnya sebagai salah satu lagu tersulit yang pernah mereka coba mainkan.

Kombinasi teknik seperti tapping bernada flamenco, chord voicing unik, dan pola ritme sinkopasi membuat lagu ini menjadi benchmark baru bagi gitaris modern.