BeritaBandungRaya.com – Varian baru virus influenza yang populer disebut super flu kini menjadi perhatian masyarakat setelah dikonfirmasi telah masuk ke Indonesia. Virus tersebut secara medis dikenal sebagai Influenza A (H3N2) Subclade K, hasil mutasi dari virus influenza yang selama ini beredar secara global.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan bahwa meskipun penyebaran varian ini masih terkendali, masyarakat perlu memahami karakteristik super flu serta langkah pencegahan agar tidak terjadi lonjakan kasus, terutama pada kelompok rentan.
Apa Itu Super Flu H3N2 Subclade K?
Istilah super flu bukan merupakan nama medis resmi. Sebutan ini digunakan untuk menggambarkan Influenza A (H3N2) J.2.4.1 atau Subclade K, varian baru virus influenza tipe A yang terdeteksi mengalami mutasi genetik.
Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Nastiti Kaswandani, menjelaskan bahwa mutasi tersebut diduga membuat virus lebih mudah menular dibandingkan influenza biasa.
“Kalau influenza umumnya menularkan ke dua sampai tiga orang, varian ini kemungkinan bisa lebih luas,” ujarnya dalam Media Briefing IDAI.
Baca Juga: Longsor Proyek di Jatinangor Sumedang Tewaskan 4 Pekerja, Tim SAR Masih Lakukan Evakuasi Manual
Super Flu Sudah Masuk Indonesia
Kemenkes mengonfirmasi bahwa hingga 25 Desember 2025, terdapat 62 kasus positif super flu di Indonesia. Temuan ini diperoleh melalui pemeriksaan whole genome sequencing (WGS).
Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, menyebutkan bahwa virus ini telah terdeteksi sejak Agustus 2025 dan ditemukan di delapan provinsi, dengan kasus terbanyak berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Gejala Super Flu yang Perlu Diwaspadai
Secara klinis, gejala super flu relatif serupa dengan influenza pada umumnya. Beberapa tanda yang sering muncul meliputi:







