BeritaBandungRaya.com — Bulan Ramadan menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Salah satu aspek mendasar yang menentukan kesempurnaan ibadah puasa adalah niat puasa Ramadan serta doa berbuka puasa yang dibaca saat mengakhiri puasa.
Meski sering dianggap sederhana, keduanya memiliki makna mendalam karena berkaitan langsung dengan keabsahan puasa dan keberkahan yang menyertainya.
Berikut bacaan lengkap niat puasa Ramadan dan doa berbuka puasa beserta arti serta keutamaannya.
Niat Puasa Ramadan: Penentu Sahnya Ibadah
Dalam ajaran Islam, niat merupakan penentu sah atau tidaknya suatu ibadah. Puasa Ramadan wajib diniatkan pada malam hari sebelum terbit fajar. Secara prinsip, niat cukup di dalam hati, namun melafalkannya dianjurkan untuk membantu menghadirkan kesungguhan.
Bacaan niat puasa Ramadan:
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala
Artinya:
“Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Baca Juga: Kode Redeem FC Mobile 18 Februari 2026 Terbaru, Klaim Hadiah Gems dan Paket Pemain Spesial
Para ulama menegaskan bahwa yang terpenting adalah tekad dalam hati untuk berpuasa karena Allah. Tanpa niat, puasa tidak dianggap sah. Karena itu, umat Islam dianjurkan memastikan niat telah tertanam sebelum waktu imsak atau sebelum terbit fajar.
Doa Berbuka Puasa: Momen Mustajab untuk Berdoa
Waktu berbuka puasa merupakan salah satu momen mustajab untuk berdoa. Pada saat itu, seorang hamba telah menyelesaikan ibadah menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk segera berbuka ketika matahari telah terbenam.












