BeritaBandungRaya.com – Nilai tukar Rupiah kembali dibuka melemah pada awal perdagangan Rabu (20/8/2025). Data Bloomberg mencatat Rupiah terkoreksi 0,42 persen menjadi Rp16.313 per dolar Amerika Serikat (AS).
Sehari sebelumnya, pada penutupan perdagangan Selasa (19/8), Rupiah juga sempat melemah 0,29 persen atau turun 47 poin ke level Rp16.245 per dolar AS.
BACA JUGA: 89 Ribu Penumpang Pilih Kereta Api di Libur Panjang HUT ke-80 RI, Okupansi Tembus 106,5 Persen
Prospek Pergerakan Rupiah
Meski dibuka melemah, analis pasar uang Fikri C. Permana menilai Rupiah masih memiliki peluang untuk berbalik arah dan menguat tipis. Ia memperkirakan Rupiah bergerak di kisaran Rp16.180 – Rp16.280 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
“Rupiah kemungkinan terapresiasi tipis ke arah Rp16.180 – Rp16.280 per dolar AS. Ada sejumlah faktor yang dapat menjadi pendorong penguatan Rupiah,” jelas Fikri dalam keterangannya, Rabu (20/8/2025).
Faktor Global dan Domestik
Dari eksternal, pernyataan Presiden AS Donald Trump kembali menekan ekspektasi pasar. Trump melalui akun Truth Social mendesak Ketua The Fed Jerome Powell untuk segera memangkas suku bunga acuan, karena tingginya bunga telah memperburuk pasar perumahan di Negeri Paman Sam.
Sementara itu, Bank of China juga memutuskan mempertahankan suku bunga pinjaman utama (Loan Prime Rate/LPR) untuk tenor 1 tahun di level 3 persen dan tenor 5 tahun di level 3,5 persen.
Dari sisi domestik, pelaku pasar menunggu hasil keputusan Bank Indonesia (BI) terkait kebijakan suku bunga. Fikri memprediksi BI masih akan menahan suku bunga acuan di level 5,25 persen.