BeritaBandungRaya.com – Di tengah dominasi lagu-lagu pop digital, “Just Pretend” dari band metalcore asal Amerika, Bad Omens, muncul sebagai fenomena emosional yang tak terduga.
Lagu ini, yang dinyanyikan dan ditulis oleh Noah Sebastian, berhasil menembus batas genre dan menjadi soundtrack universal bagi banyak orang yang sedang berpura-pura baik-baik saja meski tidak demikian.
Viral di platform TikTok, “Just Pretend” menjadi medium ekspresi bagi jutaan pengguna yang menampilkan kisah cinta gagal, kehilangan, hingga perjuangan mental dalam bentuk video pendek yang menyentuh.
BACA JUGA : BAD OMENS Rilis Single “Dying To Love”: Paduan Emosi, Distorsi, dan Estetika Gelap yang Sinematik
Perjalanan Bad Omens dan Peran Noah Sebastian
Bad Omens didirikan pada tahun 2015 di Richmond, Virginia, oleh Noah Sebastian bersama Joakim Karlsson.
Band ini awalnya dikenal di lingkaran metalcore, namun cepat menonjol karena pendekatan musik mereka yang eksperimental — memadukan metal, rock alternatif, elektronik, hingga pop.
Sebagai vokalis dan produser utama, Noah bukan hanya wajah band ini, tapi juga otak kreatif di balik komposisi dan narasi emosional lagu-lagu mereka.
Beberapa karya yang menandai perjalanan mereka antara lain “The Worst In Me”, “Concrete Jungle”, dan “Artificial Suicide” — lagu-lagu yang menggambarkan kompleksitas emosi manusia dengan gaya khas: keras namun puitis.
“Musik kami bukan tentang menjadi keras, tapi tentang menjadi jujur,” ungkap Noah dalam salah satu wawancara.











