BeritaBandungRaya.com – Kapolri Listyo Sigit Prabowo memastikan Polri menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas (lalin) untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Strategi tersebut akan diterapkan dalam Operasi Ketupat 2026 yang berlangsung pada 13–25 Maret 2026 guna mengamankan pergerakan masyarakat pada Idulfitri 1447 Hijriah.
“Strategi rekayasa lalu lintas juga akan terus kita lakukan berdasarkan pengalaman,” ujar Sigit saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).
BACA JUGA: Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H Digelar 19 Maret 2026, Kemenag Libatkan BMKG hingga BRIN
Rekayasa Lalin: One Way hingga Contraflow
Kapolri menjelaskan, sejumlah skema rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional berdasarkan kondisi di lapangan, di antaranya:
-
Sistem satu arah (one way)
-
Contraflow di titik rawan kemacetan
-
Pengaturan kapasitas rest area
-
Pembatasan kendaraan angkutan barang sumbu tiga atau lebih
-
Delaying system di wilayah penyeberangan
-
Pengalihan arus lalu lintas
-
Peniadaan tilang dalam kondisi tertentu
Skema one way direncanakan berlaku di ruas Tol Jakarta-Cikampek hingga Semarang-Solo, terutama saat puncak arus mudik dan balik.
161 Ribu Personel Gabungan Dikerahkan
Dalam Operasi Ketupat 2026, Polri mengerahkan 161 ribu personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, serta kementerian dan lembaga terkait.
“Yang kita kedepankan langkah preemtif dan preventif,” tegas Sigit.
Sebanyak 2.746 posko disiapkan di seluruh Indonesia, meliputi:










