Pasar Kripto Menguat di Awal 2026, Bitcoin Tembus Level Psikologis US$ 90.000

BeritaBandungRaya.com – Pasar kripto membuka awal tahun 2026 dengan penguatan signifikan. Pada perdagangan Sabtu (3/1/2026), harga Bitcoin (BTC) berhasil menembus level psikologis US$ 90.000, memunculkan sinyal perubahan pola pergerakan pasar kripto yang sebelumnya kerap tertekan.

Lonjakan ini menjadi sorotan karena terjadi bersamaan dengan dibukanya perdagangan pasar saham Amerika Serikat (AS), periode yang selama 2025 sering diwarnai tekanan jual pada aset kripto.

BACA JUGA: Begini Tanggapan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat Disindir Pandji Pragiwaksono soal ‘Artis YouTube’

Kapitalisasi Pasar Kripto Tembus US$ 3 Triliun

Berdasarkan data CoinMarketCap pukul 10.40 WIB, kapitalisasi pasar kripto global melonjak 2,38% menjadi US$ 3,08 triliun.

Harga Bitcoin tercatat naik 1,49% ke level US$ 90.178 per koin, atau setara sekitar Rp 1,5 miliar dengan asumsi kurs Rp 16.702 per dolar AS.

Penguatan ini mempertegas posisi Bitcoin sebagai aset kripto utama yang memimpin reli pasar di awal tahun.

Altcoin Ikut Reli, Dogecoin dan XRP Melesat

Tak hanya Bitcoin, mayoritas aset kripto utama juga mencatatkan penguatan signifikan. Ethereum (ETH) naik 3,52% ke US$ 3.122, sementara Binance Coin (BNB) menguat 1,63% ke US$ 877.

XRP melonjak tajam 7,75% ke level US$ 2,02, sedangkan Dogecoin (DOGE) mencuri perhatian dengan reli 12,44% ke US$ 0,14. Adapun Solana (SOL) turut menguat 4,13% ke US$ 132.

Pola Tekanan Jual Saat Bursa AS Dibuka Mulai Berubah

Dikutip dari CoinDesk, sepanjang akhir 2025 pasar kripto hampir selalu menghadapi tekanan jual setiap kali perdagangan bursa saham AS dimulai. Namun, pada hari perdagangan resmi pertama 2026, pola tersebut mulai bergeser.

Alih-alih tertekan, harga aset kripto justru bergerak menguat bersamaan dengan pembukaan pasar saham AS, memunculkan harapan akan dinamika pasar yang lebih konstruktif ke depan.