Pasien Super Flu di RSHS Bandung Meninggal Dunia, Pihak RS Tegaskan Ada Komorbid Berat

BeritaBandungRaya.com – Seorang pasien yang terinfeksi influenza A H3N2 subclade K, atau yang populer disebut super flu, dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Hingga saat ini, RSHS telah menangani 10 pasien dengan gejala infeksi virus tersebut.

Pihak rumah sakit menegaskan bahwa penyebab kematian pasien belum dapat dipastikan secara langsung akibat super flu. Pasien diketahui memiliki riwayat penyakit penyerta (komorbid) yang berat, sehingga faktor kematian tidak bisa disimpulkan hanya berasal dari infeksi virus.

Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-emerging (Pinere) RSHS, dr Yovita Hartantri, menjelaskan bahwa dari total pasien yang dirawat, terdapat dua pasien dengan kondisi berat.

BACA JUGA: Pemkot Bandung Targetkan Pertumbuhan Pariwisata 20 Persen, Fokus Bangun Industri Berkelanjutan

“Kalau kita lihat dari data yang ada, itu ada dua yang berat. Satu masuk ke ruang high care dan satu masuk ke ruang intensif. Dan satu yang masuk ke ruang intensif memang kemudian dinyatakan meninggal karena disebabkan ada komorbid yang lain,” ujar dr Yovita, dikutip dari detikJabar, Jumat (9/1/2026).

Ia memaparkan, pasien yang meninggal memiliki sejumlah penyakit bawaan serius, mulai dari stroke, gagal jantung, infeksi berat, hingga gagal ginjal.

“Jadi apakah itu langsung disebabkan oleh virus? Kita tidak bisa menyatakan, karena memang komorbidnya cukup banyak,” lanjutnya.

Infeksi Influenza Bisa Picu Kekambuhan Komorbid

Dokter spesialis paru dr Erlang Samoedro, SpP(K) menjelaskan bahwa infeksi influenza, termasuk super flu H3N2, memang berisiko tinggi bagi pasien dengan komorbid. Virus influenza dapat memicu peradangan sistemik yang menyebabkan penyakit bawaan kembali kambuh, meskipun sebelumnya dalam kondisi stabil.

“Influenza memang bisa berakibat fatal pada orang yang punya komorbid. Hal ini terjadi karena rusaknya pertahanan tubuh akibat virus influenza itu dan terjadi inflamasi. Nah, inflamasi ini yang menyebabkan kambuhnya komorbid,” kata dr Erlang saat dihubungi, Jumat (9/1/2026).

Menurutnya, kondisi ini membuat pasien komorbid lebih rentan mengalami komplikasi berat hingga berujung pada kegagalan organ.