Ia juga menekankan bahwa kehadiran 44 pelaku UMKM di bazaar turut memberi nilai tambah. “Pelaku UMKM tidak hanya berjualan, tapi juga ikut berkontribusi dalam suasana kebersamaan. Mereka merasa terpanggil untuk ambil bagian dalam acara sosial ini,” tambahnya.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Nikah Bersama PBA tidak sekadar menjadi momen sakral bagi pasangan pengantin, tetapi juga menciptakan dampak positif di sektor ekonomi. Melalui pameran UMKM, para pelaku usaha dapat memperluas jaringan, memperkenalkan produk, sekaligus merasakan langsung dukungan masyarakat.
PBA sendiri telah lama aktif dalam memberdayakan UMKM lewat program pendampingan, pelatihan, hingga dukungan hukum melalui PSBA Legal Center. Dengan demikian, acara Nikah Bersama juga berfungsi sebagai sarana menghubungkan masyarakat dengan pelaku UMKM lokal.
Keberhasilan acara ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak. Pemerintah daerah mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga Pemerintah Kota Bandung, termasuk KUA dan Dinas UMKM Provinsi Jawa Barat, turut mendukung penuh penyelenggaraan acara.
Farhan menegaskan, kegiatan seperti ini menjadi bukti nyata kolaborasi untuk kesejahteraan masyarakat. “Inisiatif semacam ini membuktikan bahwa Bandung selalu memiliki ruang untuk gerakan bersama yang membawa manfaat. Semoga para pengantin bisa membina rumah tangga dengan langgeng,” ujarnya.
Dengan semangat kebersamaan, PBA tidak hanya menghadirkan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan biaya pernikahan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kreatif lokal. Kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan komunitas menjadikan acara ini lebih dari sekadar prosesi sosial, melainkan gerakan nyata untuk membangun kemandirian finansial masyarakat.












