BeritaBandungRaya.com — Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan gabungan yang diklaim melibatkan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/02) dini hari waktu setempat. Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan libur nasional selama tujuh hari sebagai bentuk penghormatan.
Pengumuman resmi disampaikan melalui televisi pemerintah Iran yang menayangkan foto-foto Khamenei diiringi lantunan ayat suci Al-Qur’an dan pita hitam di layar. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) dalam pernyataannya menyebut Khamenei wafat sebagai “martir” dan menuding AS serta Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab.
SNSC menyatakan Khamenei meninggal dunia di kantornya saat menjalankan tugas kenegaraan. Media pemerintah Iran juga melaporkan sejumlah anggota keluarga Khamenei turut menjadi korban, termasuk putrinya, menantu, serta seorang cucu.
Selain itu, kantor berita resmi Iran melaporkan sejumlah pejabat tinggi militer turut tewas, di antaranya Panglima Korps Garda Revolusi Islam Mohammad Pakpour dan Sekretaris Dewan Pertahanan Iran Ali Shamkhani.
Israel sebelumnya mengklaim tujuh pejabat keamanan Iran tewas dalam operasi tersebut. Pakpour diketahui baru menjabat panglima IRGC setelah konflik Iran–Israel pada Juni 2025, sementara Shamkhani sebelumnya terluka dalam perang 12 hari tersebut.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan melalui Truth Social bahwa Khamenei tewas dalam “operasi tempur besar-besaran”. Ia menyebut kematian Khamenei sebagai “keadilan bagi rakyat Iran dan warga Amerika.”






