Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menyatakan terdapat “indikasi kuat” bahwa Khamenei telah tewas dan menyebut operasi militer bertujuan mengakhiri ancaman rezim Iran.
Juru bicara Bulan Sabit Merah Iran, Mojtaba Khaledi, melaporkan sedikitnya 201 orang tewas dan 747 lainnya luka-luka akibat serangan yang menghantam 24 dari 31 provinsi di Iran. Serangan dilaporkan menyasar fasilitas militer, kantor pemerintahan, serta wilayah permukiman.
Media Iran menyebut sedikitnya 85 orang tewas setelah serangan menghantam sebuah sekolah dasar di Minab, meski laporan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Citra satelit menunjukkan kerusakan parah pada kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi di Teheran, dengan bangunan hangus dan puing-puing berserakan.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah lokasi di Timur Tengah, termasuk pangkalan militer AS di kawasan Teluk dan target di Israel. Ledakan dilaporkan terjadi di Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak.
Baca Juga: 5 Vitamin untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh Saat Puasa agar Tetap Fit dan Bertenaga
Iran juga dikabarkan menutup Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global, sehingga memicu kekhawatiran krisis energi internasional.
Menurut konstitusi Iran, pengganti Pemimpin Tertinggi harus dipilih oleh Majelis Ahli Kepemimpinan yang terdiri dari 88 ulama. Namun proses tersebut diperkirakan menghadapi kendala keamanan mengingat situasi perang.






