Pemkot Bandung Bakal Ubah Nama Taman Tematik, Dinilai Tak Lagi Relevan dengan Aktivitas Warga

BeritaBandungRaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berencana melakukan rebranding atau perubahan nama terhadap sejumlah taman kota yang selama ini dikenal sebagai taman tematik. Langkah ini muncul karena sebagian nama taman dinilai tidak lagi mencerminkan fungsi aktual serta aktivitas warga yang memanfaatkan ruang terbuka publik tersebut.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, Luthfi Firdaus, menjelaskan bahwa Pemkot akan mengarahkan penamaan ulang taman berdasarkan pendekatan toponimi. Pendekatan ini mempertimbangkan silsilah budaya, lokasi geografis, kebiasaan masyarakat, serta nilai sosial yang melekat di wilayah sekitar taman.

“Sebagian taman kita saat ini masih memakai konsep tematik. Ke depan, kami akan menyesuaikan nama taman dengan silsilah budaya, lokasi, kebiasaan, dan budaya setempat. Saat ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) sedang mengkaji hal tersebut,” ujar Luthfi di Bandung, Kamis (22/1/2026).

BACA JUGA: Strategi Bojan Hodak Pertahankan Puncak Klasemen, Persib Bandung Matangkan Taktik Jelang Hadapi PSBS Biak

Konsep Taman Tematik Dinilai Tidak Lagi Kontekstual

Lebih lanjut, Luthfi mengakui bahwa konsep taman tematik yang berkembang pada periode sebelumnya kini tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi lapangan. Seiring waktu, masyarakat memanfaatkan taman secara lebih beragam, sehingga fungsi awal berbasis tema menjadi kabur.

Sebagai contoh, Luthfi menyebut Taman Fitness dan Taman Lansia. Saat ini, warga dari berbagai usia menggunakan kedua taman tersebut untuk beragam aktivitas, bukan hanya sesuai tema awalnya.

“Dulu konsepnya taman tematik. Namun sekarang, konteksnya sudah berubah. Taman Fitness tidak hanya dipakai untuk olahraga, dan Taman Lansia juga digunakan semua kalangan,” jelasnya.

Oleh karena itu, Luthfi menilai penamaan tematik justru berpotensi membatasi pengembangan fungsi taman. Padahal, ruang terbuka publik seharusnya bersifat fleksibel, inklusif, dan mudah beradaptasi dengan kebutuhan warga.