Penamaan Toponimi Dinilai Lebih Fleksibel dan Adaptif
Selain itu, Pemkot Bandung menilai perubahan nama taman bukan sekadar mengganti papan nama. Pemerintah ingin menata ulang identitas ruang publik agar lebih relevan dengan realitas pemanfaatan di lapangan.
“Jika namanya Taman Fitness, maka konsep fasilitasnya harus fokus ke fitness saja. Kenyataannya, aktivitas warga jauh lebih beragam. Dengan penamaan berbasis toponimi, konsep taman menjadi lebih leluasa dan fungsional,” sambung Luthfi.
Di sisi lain, pendekatan toponimi juga dinilai mampu memperkuat identitas lokal. Nama taman dapat merepresentasikan sejarah, budaya, dan karakter lingkungan sekitar secara lebih autentik.
Usulan Langsung Wali Kota, Anggaran Masih Dikaji
Luthfi menambahkan bahwa gagasan rebranding taman kota ini berasal langsung dari Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Saat ini, Pemkot masih melakukan kajian lanjutan, termasuk menghitung kebutuhan anggaran untuk penggantian papan nama dan penyesuaian identitas visual taman.
“Untuk biaya penggantian papan nama, kami masih melakukan kajian. Dari sekitar 16 taman yang masuk usulan, belum tentu semuanya berubah nama. Kami akan memprioritaskan taman yang konsep tematiknya sudah jelas tidak relevan,” tegasnya.
BACA JUGA: GOR Saparua Bandung, Ruang Publik Legendaris yang Jadi Favorit Warga untuk Olahraga dan Rekreasi
Daftar Taman Tematik Bandung yang Masuk Kajian
DPKP Kota Bandung mengusulkan sekitar 16 taman tematik yang akan dievaluasi ulang penamaannya. Taman-taman tersebut meliputi:








