Pemkot Bandung Genjot Digitalisasi dan Pemasaran UMKM Lewat Program Marema dan Salapak

Salapak: Pusat Pemasaran Offline Permanen di Hotel Horison

Tidak hanya fokus pada pemasaran digital, Pemkot Bandung juga menyediakan ruang promosi offline permanen bernama Salapak, yang berlokasi di depan Hotel Horison Bandung.
Tempat ini berfungsi sebagai pusat layanan, informasi, dan promosi produk UMKM, serta menjadi wadah interaksi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat.

“Silakan datang ke Salapak, di sana tersedia sarana pemasaran dan pusat UMKM Center,” ujar Budhi.

Rencana Pengembangan UMKM Center dan Inkubasi Bisnis

Untuk memperluas dampak program, Dinas Koperasi dan UMKM juga tengah menyiapkan UMKM Center dan ruang inkubasi bisnis di setiap kecamatan.
Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem usaha yang lebih kuat, produktif, dan terarah.

“Kami ingin ke depan setiap kecamatan punya ruang inkubasi dan pendampingan agar UMKM bisa berkembang lebih cepat,” tambah Budhi.

Fasilitasi Akses Modal Lewat Perbankan

Meski Pemkot Bandung belum memiliki skema bantuan modal langsung, pemerintah tetap berperan sebagai penghubung antara pelaku UMKM dan lembaga keuangan.
Melalui kerja sama dengan perbankan, pelaku usaha diharapkan bisa memperoleh akses pendanaan dengan lebih mudah.

“Bantuan modal langsung belum tersedia, tapi kami bantu fasilitasi dengan perbankan. Mudah-mudahan ke depan bisa terealisasi,” ungkap Budhi.

BACA JUGA : PBA Gelar Nikah Bersama Jilid 5, 12 Pasangan Resmi Menikah di D’Botanica Mall Bandung Sekaligus Dukung UMKM

Arah Kebijakan: UMKM Naik Kelas dan Mandiri Secara Digital

Dengan berbagai upaya tersebut, Pemkot Bandung menargetkan agar pelaku UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh menjadi bagian penting dari rantai ekonomi lokal.
Sinergi antara pelatihan, digitalisasi, dan fasilitasi pemasaran diharapkan dapat menjadikan Bandung sebagai kota kreatif berbasis ekonomi kerakyatan.***