“Perang” Melawan Sampah Dimulai dari Diri Sendiri
Farhan mengutip arahan Presiden yang menyebut persoalan sampah sebagai sebuah “perang”. Namun menurutnya, perang ini memiliki karakter berbeda.
“Perangnya tidak mudah karena musuhnya datang dari diri kita sendiri. Sampah tidak pernah datang dari orang lain, tapi dari diri kita sendiri,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menekankan bahwa solusi tidak hanya bergantung pada teknologi dan kebijakan, melainkan pada perubahan pola konsumsi serta kebiasaan warga dalam memilah sampah.
Program Gaslah: Satu RW Satu Petugas
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Bandung meluncurkan program Gaslah (Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah). Program ini menempatkan satu petugas pemilah di setiap RW untuk memastikan proses pemilahan berjalan sejak dari sumbernya.
Dari total 1.596 RW di Kota Bandung, seluruhnya telah direkrut petugas Gaslah. Mereka bertugas melakukan edukasi, pendampingan, serta memastikan sampah dipilah antara organik, anorganik, dan residu sebelum masuk ke sistem pengangkutan.
Pemkot juga berencana memperluas cakupan hingga menjangkau 9.699 RT agar praktik pengelolaan sampah benar-benar dimulai dari rumah tangga. Dengan demikian, setiap keluarga diharapkan memiliki kesadaran dan tanggung jawab langsung dalam mengurangi volume sampah.
Kawasan Komersial Wajib Kelola Sampah Mandiri
Selain sektor permukiman, Pemkot Bandung menegaskan kewajiban bagi kawasan komersial seperti pasar, hotel, restoran, dan perkantoran untuk mengolah sampah secara mandiri.
Menurut Farhan, sektor usaha tidak boleh lagi sepenuhnya bergantung pada sistem pengangkutan kota. Setiap pelaku usaha diwajibkan memiliki sistem pengolahan internal, terutama untuk sampah organik dalam jumlah besar.
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus mendorong tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.
Farhan optimistis, dengan penguatan sistem di tingkat RW dan RT, dukungan teknologi pengolahan, serta komitmen warga, Kota Bandung dapat secara bertahap menekan volume sampah yang selama ini menjadi persoalan kronis.
“Kalau kita disiplin dari hulu, maka beban di hilir akan jauh lebih ringan. Ini kerja bersama, bukan hanya tugas pemerintah,” tandasnya.***











